Kolam 252 Meter Persegi (18 Bata) ini akan Dijadikan Area Ujicoba Mina Padi

Kolam 252 Meter Persegi (18 Bata) ini akan Dijadikan Area Ujicoba Mina Padi

Kelompok Tani Ternak Salira Leuwiseeng – Gaung Mina Padi (Minapadi) saat ini semakin nyaring terdengar seiring dengan semakin menyempitnya lahan persawahan dan lahan kolam karena tuntutan kebutuhan Papan manusia yaitu untuk pembuatan Rumah atau Pabrik Produksi.

Sebetulnya, jika kita memikirkannya lebih jernih lagi, dalam hal pembuatan Rumah, bisa saja tidak mengorbankan Lahan Pesawahan atau Lahan Kolam, artinya pembuatan Rumah bisa dibuat di atas Kolam atau diatas Sawah, tentunya harus ada jarak tinggi minimum agar pasokan sinar matahari ke kolam atau ke sawah di bawah rumah kita adalah tidak terganggu, misalnya dengan tinggi 3 meter.

Dengan pembuatan rumah diatas kolam atau di atas sawah, memang itu akan menguras uang untuk pembangunannya, tetapi juga inilah investasi, jika memiliki rumah juga sekaligus tetap memiliki kolam atau sawah di bawah rumah kita yang bisa kita gunakan sebagai salah-satu mata pencaharian kita untuk jangka panjang kedepan. Luar biasa mantap jika banyak orang memiliki pemikiran dan pandangan demikian.

Solusi selanjutnya dalam menyiasati semakin menyempitnya lahan pertanian adalah dengan menggunakan teknologi bertani dengan cara Mina Padi. Minapadi adalah cara menanam padi sambil ada ikan nya. Dengan begitu nanti ketika panen, maka kita tidak hanya panen padi nya saja, tetapi juga akan panen ikan nya. Luar biasa.

Ada beberapa keuntungan Bertani dengan menggunakan Sistem Mina Padi ini, diantaranya adalah :

1. Petani menjadi tidak perlu lagi dengan pupuk kimia untuk Padi-padi mereka karena Padi akan otomatis tersupply pupuknya oleh pupuk alami berupa kotoran ikan.

2. Hama-hama pada tanaman padi akan menjadi lebih sedikit, misalnya Hama Wereng, karena Hama Wereng akan dimakan oleh Ikan. Juga hama lainnya misalnya Hama Tikus, disebutkan bahwa dengan sistem Mina Padi maka Tikus tidak berani mengganggu padi karena area sekitar padi adalah jelas tergenang air, dan juga di sekeliling metang sawah (pinggir sawah) adalah ada semacam “Kamalir” yang lumayan dalam selebar satu meter, sehingga untuk mencapai Pohon Padi, Tikus-tikus harus mampu berenang di Kamalir dengan lebar satu meter tersebut, itu akan membuat Tikus menjadi berpikir sepuluh kali untuk masuk ke tengah sawah Mina Padi.

Memang ada terdapat kendala besar untuk Mina Padi yaitu tentang Hama Linsang atau Sero atau bisa juga disebut Kucing Air. Linsang akan memakan ikan-ikan yang ada di sawah Mina Padi jika memang sawah tersebut adalah terbuka, tetapi jika sawahnya di benteng, maka akan aman dari bahaya hama Linsang.

Di Kelompok Tani Ternak Salira Leuwiseeng, kebetulan akan mengadakan Uji coba Mina Padi di suatu Kolam Ikan seluas 252 Meter Persegi atau 18 Bata. Alhamdulillah, area nya sudah tertutup benteng Bata Beton. Sehingga insya Allah 99% aman dari predator Linsang / Sero / Kucing Air tersebut, atau dari Predator Biawak.

Seperti yang terlihat di Foto atas, maka kami berharap Ujicoba ini bisa berhasil, karena jika terbukti berhasil maka akan menjadi percontohan untuk warga masyarakat Petani yang lain tentang bagus nya sistem Mina Padi ini. Amin.

Untuk informasi, jenis benih padi yang akan dipakai untuk Mina Padi nanti adalah dari jenis padi Inpari 29 Rendaman dan atau Inpari 30 Ciherang sub1. Kenapa memilih jenis padi Ciherang tersebut karena jenis padi tersebut : (a) Jenis Padi Ciherang memiliki perakaran yang dalam, (b) kemudian Batang nya kuat serta tidak mudah Rebah, (c) lalu Daun nya tegak, (d) Ciherang juga bisa berproduksi tinggi, (e) serta toleran terhadap genangan di awal pertumbuhan, (f) Ciherang juga dikenal sebagai jenis padi yang tahan hama dan penyakit, dan (g) rasa nasi dari jenis padi Ciherang adalah sesuai selera Petani. Sumber Berita. Sedangkan untuk Ikan nya, kami akan memilih Ikan Nila, Mujair, Ikan Mas dan atau Nilem. (Pipih Pirmansyah)

Tags: #Area #Ciherang #Ikan #Inpari #Kolam #Mina Padi #Minapadi #Nila #Ujicoba