Contoh Modal Usaha Ayam Petelur 1000 Ekor, Beserta Rincian Harga Pakan, Keuntungan dan Kerugian oleh Rosita White Sekiyya

Contoh Modal Usaha Ayam Petelur 1000 Ekor, Beserta Rincian Harga Pakan, Keuntungan dan Kerugian oleh Rosita White Sekiyya

Kelompok Tani Ternak Salira Leuwiseeng – Seorang Pebisnis Ayam Petelur ternama yaitu Bapak Rosita White Sekiyya – memberikan ilmu pengetahuan yang sangat bermanfaat tentang Dunia Usaha Peternakan Ayam Petelur yaitu tepatnya tentang sesuai judul artikel ini.

Oke tanpa mengurangi makna kata-kata dari Pak Rosita White Sekiyya, kami / saya mencoba mengedit teks tulisannya agar lebih baku dan sesuai Bahasa Indonesia yang formal.

Berikut ini isi dari wejangan beliau (setelah kami edit teks kata-kata yang banyak di singkat oleh beliau karena memang bentuk aslinya adalah sebuah status Facebook milik beliau) :

Boleh dibaca pelan-pelan, karena banyak yang inbox bertanya. ini saya ketika ada waktu saya buatkan:

CONTOH MODAL USAHA AYAM PETELUR 1000 EKOR, BESERTA RINCIAN HARGA PAKAN, KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN.

Silahkan dipelajari untuk yang ingin membuka wirausaha pullet.

Harga Pullet usia 16 Minggu dari CV kami
Riwayat komplit faksin lengkap, sertifikat doc hewan
@ 1 ekor = Rp. 66.000,-
Untuk 1000 ekor modalnya 66.000 x 1000 = Rp. 66.000.000,-
Dan untuk Populasi 1000 ekor Kebutuhan lahan 100 meter persegi.

Biaya untuk pembuatan kandang – Kandang Ayam Komplit
– Gudang ABK & Tempat penyimpanan pakan
– Tiang Cor
– Jembatan Cor
– Struktur Kandang Baja Ringan
– Atap Spandeck
– Dinding Kayu Palet
– Baterai Galvanis (isi 6 ekor)
– Instalasi Air (Paralon & Niple)
– Instalasi Listrik (Kabel Eterna & Lampu)
– Tandon Air
– Harga Rp. 125.000 / Ekor
Jadi 1000 ekor x 125.000 = Rp. 125.000.000

@ Biaya pakan untuk 4 minggu sebelum bertelur (jika pakan Rp. 5.000 / kg),
Untuk 1000 ekor butuh 100 kg pakan / hari
Maka untuk 1000 ekor biaya pakan sehari adalah
100 x Rp.5.000,- x 4 minggu = Rp. 15.000.000,-

Sehingga modal awal yang diperlukan sebanyak:
Rp. 66.000.000,-+ Rp. 125.000.000 + Rp. 15.000.000, = Rp. 206.000.000,- (Dengan catatan tanah milik sendiri).

PEMBUATAN PAKAN

Misalnya kita membuat /mencampur pakan 100 kg, maka kita butuh Konsentrat, jagung giling, dan dedak padi masing-masing 35 kg, 50 kg, 15 kg.

Jika Konsentrat dari product japfa 1 zak dengan berat 50 kg, harganya 400rb, maka harga perkilo Konsentrat adalah 400.000/50 = Rp.8000/kg.
Harga jagung/kg = Rp. 3.500,-
dan harga dedak padi/kg = Rp. 3000,-

Untuk 100 kg pakan biaya yang dibutuhkan adalah:
Konsentrat 35kg x 8000 = 280.000
Jagung 50kg x 3500 = 175.000
Dedak padi 15kg x 3000 = 450.000
Maka total biaya untuk 100 kg = 500.000 atau harga/kg pakan jatuh pada 5000/kgnya.

PENDAPATAN HARIAN DAN BULANAN

Ayam petelur yang sudah produksi maka kebutuhan pakannya sebanyak 100 gram / ekor / hari.

Untuk 1.000 ekor butuh 100 kg/hari.

Biaya pakan / hari = 100 x 5000 = 500.000
Biaya pakan / minggu = 7 x 500.000 = 3.500.000

Produksi ayam katakanlah sebanyak 80%, jadi 1.000 ekor ayam petelur akan diperoleh 800 butir (Ukuran telur standard).

Jika selanjutnya, maka setiap kg terdiri 17 butir.

Maka dari itu kita akan menghasilkan telur sebanyak = 800 / 17 = 47 kg perhari untuk 1000 ekor pullet.

SEKARANG KITA BISA KALIKAN DENGAN HARGA TELUR, MISALNYA HARGA / KG = Rp. 22.000,-
Maka omset perhari yang didapatkan adalah:
47kg × 22.000 = 1.034.000

Selanjutnya penghasilan kotor per hari yg kita peroleh adalah 1.034.000 – 500.000 = Rp 534.000

Pendapatan kotor perbulan adalah = Rp 16.020.000

Itu artinya anda mengalami keuntungan jika harga telur / kg = 22.000 dan harga pakan / kg = 5.000.

Jika harga telur / kg = 17.000 atau 18.000 Dan harga pakan lebih dari 5.000/kg
Atau bisa dibilang harga telur turun
Maka anda akan mengalami kerugian.

PENGELUARAN BULANAN

Meliputi biaya untuk vitamin, listrik, air, dan biaya tak terduga jika diperhitungkan dengan cermat.

Contoh:
– Pullet japfa akan menghasilkan telur seragam.
– Pullet phokpan akan menghasilkan telur ukuran besar akan tetapi kulit cangkangnya tipis.

ANALISA Balik modal usaha:

Rata-rata ayam petelur di afkir pada usia 2 tahun atau 96 minggu, dikurangi usia siap bertelur selama 18 minggu, jadi usia produktif ayam petelur adalah 78 minggu atau 19.5 bulan.

Misalnya pendapatan bersih selama produktif adalah 5.000.000 / bulan.
Maka 5.000.000 x 19.5 bulan = Rp 97.500.000

Pada saat afkir, bobot standard ayam petelur masa produksi adalah sekitar 1.9kg / ekor

Harga /kg hidup misalnya seharga Rp 20.000/kg, tingkat kematian 15% maka jumlah afkir yang tersisa 850 ekor, maka pendapatan dari penjualan afkir sebanyak 850 ekor x Rp 20.000 = Rp 17.000.000.

Ok, demikian, semoga bisa dipelajari teman-teman semuanya. Kami (Tim salira.co.id) akan membuat hitung-hitungan di Microsoft Office Excel nya nanti kedepan, agar kita bisa dengan lebih mudah melihat item-item nya. Jadi tinggal input data yang diperlukan, maka akan muncul hasil kalkulasinya nanti. (Pipih Pirmansyah)

Tags: #Ayam #Ayam Petelur #Contoh #Harga #Harga Pakan #Kerugian #Keuntungan #Modal #Pakan #Petelur #Rincian #Rosita White Sekiyya #Usaha