Cerita Saya (dulu), Gagal Test Jadi Desainer Mulia Keramik, Lumayan bikin sedih sih, Simak yaa para anak muda

Cerita Saya (dulu), Gagal Test Jadi Desainer Mulia Keramik, Lumayan bikin sedih sih, Simak yaa para anak muda

Kelompok Tani Ternak Salira Leuwiseeng – Untuk kamu-kamu mumpung masih muda. Fokuslah kepada satu keilmuan khusus. Dalami itu. Jangan ingin segala hal bisa kamu lakukan, itu sulit. Fokuslah untuk tujuan keahlianmu saja agar bisa lebih mudah menghasilkan uang. JANGAN SEPERTI SAYA.

Ceritanya, setelah keluar pekerjaan dari Group Astra Motor (karena habis kontrak), saya mencari-cari lagi lowongan pekerjaan. Lalu dapat di suatu tempat di Jakarta (saat itu kontrakan saya di Cileungsi Bogor).

Subuh hari, saya berangkat ke Jakarta agar bisa jam 7 pagi sudah ada di tempat sana. Benar saja, saya sudah ada di depan perkantoran tersebut pada jam 7 pagi. Saya ambil makan bubur ayam di depan perkantoran itu (yang letaknya agak jauh).

Singkat cerita, saya pun kebagian dipanggil. Ternyata itu adalah tempat Support para Desainer Corak-corak untuk produk Keramik. Mulia Keramik.

Saya di test langsung. Disuruh menggambar suatu corak bunga yang (menurut saya) sangat rumit, dimana corak tersebut harus dikerjakan dengan menggunakan Program Adobe Photoshop.

Saya pun kaget, dan sedih, karena tidak bisa mengerjakan corak-corak bunga itu di Adobe Photoshop. Saya cuma faham cara mengedit foto saja di Adobe Photoshop, tidak tahu menahu sampai ke mendesain corak bunga. Saat itulah saya bingung, sedih dan kecewa kepada diri sendiri.

Saya memberanikan diri menawar kepada bapak yang nge Test saya itu, agar saya bisa kerjakan corak gambar bunga itu memakain program CorelDraw (karena saya sedikit bisa CorelDraw, itu juga tidak mahir-mahir banget), tapi tidak boleh dan tidak bisa kata bapak itu, karena standart di kantor itu semua orang menggunakan Photoshop.

Setelah melewatkan waktu 30 menit (untuk berusaha menunjukan kemampuan real saya) maka saya pun dinyatakan Gagal.

Saya keluar dari ruangan tersebut beserta yang lain juga yaitu yang gagal (jadi bukan saya saja yang di test itu, kalau tak salah ada lebih dari lima orang gantian dipanggil di hari tersebut).

Coba kamu bayangkan. Saya balik lagi pulang ke kontrakan di Cileungsi Bogor.

Sepanjang perjalanan, saya tidak berhenti menyalahkan diri sendiri. KENAPA SETENGAH-SETENGAH SAYA MEMPELAJARI SUATU ILMU?

Mudah-mudahan ini jadi pelajaran buat kamu yang masih muda, yang baru lulus sekolah/kuliah. Kamu harus belajar fokus sejak dini (sejak sekolah/kuliah). Tentukan kamu itu ingin jadi spesialis apa? – Orang nanti akan menilai kamu dari apa yang kamu bisa kerjakan dengan tidak setengah-setengah keilmuannya.

KAMU tidak bisa menginginkan semua keilmuan dapat kamu kuasai, itu sangat tidak bisa karena otak kamu terbatas. Misalnya keilmuan komputer, kamu tidak bisa segala bisa. Bisa menjadi teknisi yg ngebenerin komputer rusak, bisa jadi programmer yang membuat suatu software komputer, bisa desain grafis, yang membuat corak-corak yang saya gagal di test diatas, bisa desain grafis seperti untuk di percetakan, pembuatan spanduk, logo dll., bisa lihai video editing sehingga menghasilkan karya video yang spektakuler sekelas cinema film (tidak nanggung dimana bisanya setengah-setengah yang memang tidak laku untuk dipromosikan menjadi uang). Itu sungguh tidak bisa. Kemampuan otak kita terbatas untuk menangkap mempelajari semua itu.

Memang bisa dipelajari tapi nantinya semuanya menjadi setengah-setengah. Kepada keilmuan A setengah, kepada keilmuan B setengah, belum lagi ke C, D, E dan lainnya. Kamu akan bingung dan memunculkan pertanyaan kepada kamu sendiri nantinya: SAYA INI BISA NYA APA? (YG BISA DIJUAL atau YG BISA DI BISNIS kan?).

Lalu kamu akan menyadari bahwa seluruh ilmu kamu itu menggantung ada di tengah-tengah perjalanan dan tidak ada satu bidang keilmuan yang benar-benar kamu kuasai. Kamu akan bingung ketika sadar dengan kondisi demikian. Dan kamu jadi tak berani terjun langsung buka usaha mandiri karena ilmu yang kamu miliki hanya setengah-setengah, kamu menjadi takut gagal.

Maka, BELAJARLAH FOKUS, gali, serap suatu keilmuan sampai kamu Pro. Niscaya kamu tidak akan takut berkelana ke berbagai tempat, kamu akan tegar, kamu akan jelas dan tegas menjawab pertanyaan orang lain. Dan akhirnya kamu akan mendapatkan apa yg memang sudah kamu perjuangkan sejak sekolah. Entah itu ikut bekerja ke orang lain atau kamu sendiri buka jasa sesuai keahlian khusus yg telah benar-benar kamu kuasai tsb.

MUMPUNG BELUM TERLAMBAT. Selamat belajar jadi professional buat para anak muda jaman now. (Pipih Pirmansyah)

Tags: #Anak #Cerita #Desainer #Gagal #Muda #Mulya Keramik #Sedih #Test