Menuju Kehidupan Tenang: Integrasi Pertanian Peternakan dengan Pondok Pesantren

Menuju Kehidupan Tenang - Integrasi Pertanian Peternakan dengan Pondok Pesantren

Peternakan Ayam Petelur Salira Tasikmalaya – Sahabat Salira akan kami ajak untuk sedikit berimajinasi / membayangkan, dalam arti bukan melamun atau hanya menambah angan-angan saja, tapi Anda akan kami ajak untuk belajar Berpikir Jernih, Sehat, Cerdas, Pintar dan tentunya tetap dalam kondisi Santai.

Kami akan bercerita dulu sedikit dan cerita ini adalah memang bukan Nyata, tapi hanya sebatas cerita untuk mempermudah pemahaman / maksud dan tujuan artikel ini. Begini ceritanya:

Ada suatu Pedesaan yang penduduknya adalah mayoritas Islam (Muslim) [bahkan bisa dikatakan di Desa tersebut penduduknya ternyata 100% Islam], dimana di Desa tersebut hidup masyarakat yang sangat Agamis dan bersahaja. Kebanyakan / mayoritas mata Pencaharian mereka adalah Bertani dan Beternak.

Hal unik dalam sistem Pertanian dan Peternakan di Desa tersebut adalah ternyata Pengelolaan Pertanian dan Peternakan adalah dikelola oleh Pondok Pesantren.

Artinya, Pondok Pesantren tersebut adalah sebagai Basic dari Cara Ber-Akhlaq terhadap sesama dalam sehari-hari masyarakat di Desa itu.

Cara Tani dan Ternak masyarakat tersebut adalah dengan cara Sistem Kelompok, mereka membuat banyak Kelompok Tani dan Juga Kelompok Ternak. Seluruh kelompok adalah di bawah asuhan Pondok Pesantren yang ada di Desa tersebut dan seluruh kelompok adalah sangat erat sekali berhubungan dengan Pondok Pesantren. Artinya, para anggota kelompok tani atau kelompok ternak adalah tidak lupa dengan kewajiban mereka utama mereka yaitu terus-menerus mencari ilmu agama. Di sela-sela waktu luang, mereka menyibukkan diri dengan aktifitas ibadah, seperti membaca Al-Qur’an, membaca buku-buku Agama Islam, mengikuti pengajian yang di selenggarakan pesantren, melaksanakan kerja bakti rutin mingguan, serta mengikuti Pertemuan Akbar Bulanan yang dihadiri seluruh Kelompok Tani Ternak yang ada di Desa tersebut.

Sungguh iri mata yang memandang, Desa tersebut terlihat sangat nyaman, aman, tentram, jauh dari rasa was-was, cemas, dan sebagainya sifat-sifat GALAU.

Dan Dengan Izin Alloh SWT. maka Visi Misi Besar kami (Peternakan Ayam Petelur SALIRA – KELOMPOK TANI TERNAK “SALIRA LEUWISEENG”) adalah Ingin seperti cerita Fiksi di atas, yaitu Berusaha menjauh dari Dunia Panas, menjauh dari kehidupan glamor, mewah dan sejenisnya, Kami mendambakan kehidupan yang tenang, nyaman, damai, dan menginginkan suasana yang enak untuk beribadah, dan tentunya dengan suatu kehidupan bermasyarakat yang mudah dalam mendapatkan rezeki untuk bekal ibadah.

Tahu-kah Anda, bahwa hal sedemikian itu akan lebih mudah dilaksanakan di kehidupan perkampungan, perdusunan, yang jauh dari kehidupan Kota Besar. Karena Sistem Pertanian dan Peternakan adalah lebih mudah dan lebih murah untuk di aplikasikan di Pedesaan / Kampung / pegunungan.

Dari Abu Said berkata : Rasulullah SAW bersabda :
“Akan tiba masanya ketika harta muslim yang terbaik adalah domba yang digembala di puncak gunung dan tempat jatuhnya hujan. Dengan membawa agamanya dia lari dari beberapa fitnah (kemungkaran atau peperangan sesama muslim)”.
(H.R. Bukhari)

Mau tidak mau, Suka tidak suka, Menerima tidak menerima, Mengakui tidak mengakui, Tibanya masa itu semakin dekat saja. Dimana seseorang yang ingin hidup dan hatinya tentram, lebih memilih berlibur bahkan tinggal di Villa khusus miliknya (yang berada di dataran tinggi dan tak ramai permasalahan-permasalahan manusia). Itu hanya sebahagian contoh kecil.

Seperti yang kami utarakan di cerita Fiksi di atas bahwa, Lebih hebat lagi, jika sistem pengelolaannya dengan cara Kelompok / Yayasan / Pesantren. Insya Alloh, itu akan mampu menyerap banyak tenaga kerja sehinga semua jadi Produktif (di bidang pekerjaan nya masing-masing).

Perputaran uang, akan semakin jelas terlihat = dari kita, oleh kita, untuk kita.

InsyaAlloh, Berkah dan Sukses karena dikerjakan bersama-sama dengan azas Kekeluargaan, Keimanan dan Niat mencari & mendapatkan Bekal Ibadah.

Ini, akan selaras dengan sebuah lagu berikut:

Ayo mondok!
Jadi santri minimal hafal juz amma
Bisa ngomong ceramah empat bahasa
Biar makin disayang ayah dan bunda.

Walau banyak hafalan yang membuatmu lelah
Tetap sabar dan istiqomah
Demi masa depan yang indah

Mari ikhlaskan hati teman-teman semua
Jadi santri itu mulia
Penuh dengan hikmah dan berkah.

Dan ini video nya:

Semoga informasi atau cerita Fiksi di atas adalah dapat meng inspirasi dan me-motivasi kita semua, sehingga (Denagn Izin dan Ridho Alloh SWT) kita bisa / dapat mampu me-realisasikan hal demikian. Amin. (Pipih Pirmansyah – Sabtu, 25 Nopember 2017).

Tags: #Integrasi #Kehidupan #Pertanian #Pesantren #Peternakan #Pondok #Pondok Pesantren #Tenang